banner 728x250

Dinkes Intensifkan Pemberdayaan Jogo Tonggo Guna Cegah COVID-19

  • Bagikan
Pembekalan bagi edukator/pendamping masyarakat di Kabupaten Temanggung / MC Temanggung
banner 468x60

TEMANGGUNGNEWS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Temanggung menggelar pembekalan bagi edukator/pendamping masyarakat di Kabupaten Temanggung dalam rangka mengimplementasikan kegiatan Intensifikasi Edukasi Pemberdayaan Jogo Tonggo (Intip Jogo Tonggo) dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Selasa dan Rabu (28-29/9/2021) di Ruang Pertemuan Artomoro, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

banner 336x280

Kegiatan diikuti tiga wilayah terpilih, yang terdiri dari Puskesmas, Kepala Desa/Kelurahan, Ketua RW, Tim Edukator, Enumerator dan Pendamping dari Bidan Desa, selain itu juga hadir dari Satpol PP, Dinpermades dan Dinkominfo Kabupaten Temanggung.

Wilayah terpilih di Kabupaten Temanggung ada di wilayah Puskesmas Tlogomulyo, Temanggung dan Puskesmas Kranggan. Untuk wilayah terpilih, ada di Desa Kerokan Kecamatan Tlogomulyo, Kelurahan Kebonsari Kecamatan Temanggung dan Desa Kemloko Kecamatan Kranggan.

Untuk pembekalan hari pertama, para peserta mendapatkan materi secara virtual dari Tim Fasilitator Intensifikasi Edukasi Jogo Tonggo Tingkat Provinsi Jawa Tengah terkait dengan kebijakan Intip Jogo Tonggo, implementasi dan penilaian Intip Jogo Tonggo, tugas dan tanggung jawab Satgas, efektifitas kearifan lokal dalam pencegahan COVID-19 serta mendapatkan penjelasan terkait kuesioner bagi enumerator.

Sedangkan dari Dinkes Kabupaten Temanggung menyampaikan materi terkait dengan Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Berbasis Masyarakat, serta Perilaku Masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru.

Ditambahkan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Temanggung Sri Hartati bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman edukator dan pendamping dalam melaksanakan Implementasi Intensifikasi Edukasi Pemberdayaan Jogo Tonggo dalam Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19.

Untuk pembekalan hari kedua, peserta mendapatkan materi pemberdayaan masyarakat melalui satgas kesehatan Jogo Tonggo dan Teknik Pendampingan dan Edukasi Jogo Tonggo serta Building Learning Commitment.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Provinsi Jawa Tengah Eny Listiyarini menyampaikan, bahwa model Intensifikasi Edukasi Pemberdayaan Jogo Tonggo merupakan metode intervensi yang bertujuan unuk meningkatkan perilaku yang lebih baik pada masyarakat, melalui kolaborasi dengan menggabungkan keterlibatan masyarakat yang dikemas dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, untuk memelihara atau menjaga lingkungan terhadap paparan pandemi COVID-19.

Pemberian edukasi secara intensif dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh satgas kesehatan bersama-sama warga setempat, dengan saling memberikan edukasi secara intensif sampai terbentuk pemahaman yang baik dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 dan permasalahan kesehatan.

Setelah dilakukan pembekalan dari tiga wilayah terpilih, selanjutnya akan dilakukan pelaksanaan pada wilayah masing-masing selama enam minggu.

Dalam waktu pelaksanaan akan dilakukan pemantauan dari Dinkes Provinsi Jateng.

Dari tiap wilayah, terdapat tiga orang edukator yang bertugas mengedukasi masyarakat, satu orang enumerator yang bertugas melakukan pemantauan kegiatan terhadap 20 responden terkait dengan protokol kesehatan, dan satu petugas sebagai pendamping yang diambil dari Bidan Desa setempat.

Ditambahkan Eny Listiyarini, harapannya setelah 6 (enam) minggu edukasi Jogo Tonggo kepada masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus tetap berjalan, walaupun sudah tidak ada pantauan dari Dinkes Provinsi Jateng.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *